The One Alone (12)

APAKAH Anda mengira adalah mungkin saja untuk mencampuri kedaulatan Tuhan? Bagaimana bisa Kedaulatan Mutlak atas semua dan segala sesuatu dibatasi? Dia telah memerintah selamanya. Dia adalah Tuhan. Dia adalah Penguasa, bukan yang dikuasai. Dia adalah Pencipta Abadi, bukan yang diciptakan, dan kini Dia pun seperti itu [sebagai Pencipta]. Dia tidak butuh ciptaan-Nya sebagai Pencipta; Dia tidak butuh sesuatu yang Dia kuasai sebagai Tuhan (LOrd). Dia memiliki seluruh sifat sebelum Dia memanifestasikan sifat-sifat tersebut di alam semesta yang Dia ciptakan. Dia adalah Dia, baik dulu maupun sekarang.

Manifestasi Zat-Nya tidak berbeda sama sekali dari Wujud-Nya sebagaimana sebelumnnya. Manifestasi keesaan-Nya membutuhkan-Nya sebagaimana yang Pertama. Dia tersembunyi dalam wujud yang terlihat; Rahasia-Nya termanifestasi dalam apa yang terlihat. Sebelum-Nya adalah setelah-Nya, dan setelah-Nya adalah sebelum-Nya. Multiplisitas-Nya berada dalam keesaan-Nya, dan keesaan-Nya ada dalam multiplisitas-Nya. Dia adalah satu, dan semuanya adalah Dia.

Sumber: TOA, dalam What the Seeker Needs, hal.38.

Iklan

The One Alone (11)

DENGAN kata-kata Ilahi ini Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wa âlihi wassalam] mengisyaratkan bahwa barangsiapa yang mati sebelum mati [akan] menyadari seluruh keberadaan-Nya sebagai keberadaan Allah dan tidak melihat perbedaan antara dirinya dan Allah, antara sifat-sifatnya dan sifat-sifat Allah. Ia juga tidak melihat kemestian atau kemungkinan perubahan apapun dalam kedudukannya. Karena jika keberadaannya bukan Allah, bahkan dia tidak bisa mengenal dirinya sendiri.

Jadi ketika engkau mengenal diri sendiri, diri dan keegoisanmu akan pergi, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada sesuatu pun dalam eksistensi selain Allah.

Syarat untuk pengetahuan-diri adalah mengetahui bahwa apabila engkau memiliki suatu wujud untuk dirimu sendiri, independen dari wujud lain, niscaya engkau tidak akan perlu untuk melenyapkan dirimu sendiri di dalam Allah atau untuk mengenal dirimu sendiri. Engkau adalah, dirimu sendiri, a god – maujud, dan tanpa eksistensi lain selain engkau – sementara itu adalah Allah Yang Mahatinggi yang bebas dari eksistensi tuhan lain selain Dirinya.

Dan ketika engkau baru mengenal dan mengetahui dirimu, niscaya engkau yakin bahwa engkau tidaklah eksis atau benar-benar eksis, entah sekarang, sebelumnya, ataupun di masa depan. Maka pengertian lâ ilâha illallah—tiada tuhan selain Allah, “tiada wujud selain wujud-Nya, atau tidak ada sesuatu selain Dia, dan Dia adalah the Only One—akan menjadi jelas bagimu.

Sumber: “The One Alone”, dalam Ibn ‘Arabi, What the Seeker Needs, hal.37-38.