Buku Baru: Graha Takwa

Judul    : Graha Takwa

Penulis : Muhsin Kharazi

Penerjemah : Husein Haddad, M. Ilyas

Tebal : 209 halaman

Harga : Rp 45.000,-

Takwa sangat penting dan dibutuhkan dalam setiap kehidupan seorang Muslim. Namun masih banyak yang belum mengetahui hakikatnya. Setiap Jumat para khatib menyerukan takwa dan para makmum pun mendengarnya berulang-ulang. Namun hingga kini hakikat takwa masih dalam selubung. Sebagian besar orang hanya melihat takwa namun tidak mengetahui isinya, hanya memandang namun tak memasuki zonanya.

Syekh Muhsin Kharazi, sebagai orang yang mendalami dunia sair dan suluk, memberikan semacam laporan tentang detail istana takwa melalui syarahnya terhadap Khotbah “Orang-orang Bertakwa” dari Nahj al-Balâghah-nya Imam Ali, sebuah khotbah yang memesonakan Hammam, sang pendengar.

Pensyarah tidak hanya menjelaskan dengan kata dan aksara, namun lebih dari itu, sufi agung ini memandu kita dengan jiwanya.

Kini, Anda dipersilakan memasuki Graha Takwa.

Lewat Jendela Mana Kita Memandang?

Sepasang orang muda yang baru menikah menempati sebuah rumah di sebuah kompleks perumahan.

Suatu pagi sewaktu sarapan, sang istri melalui jendela kaca mereka melihat tetangganya sedang menjemur kain.

“Cuciannya kelihatan kurang bersih ya”, kata sang istri. “Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apa pun.

Sejak hari itu, setiap wanita tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaian-pakaiannya

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih. Dia berseru kepada suaminya, “Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar? Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya?”

Sang suami berkata, “Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita.”

Dan begitulah kehidupan.

Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung pada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya.

Good morning. Happy blessing thursday!

Pesan Surga

Kemarin saya mendapat sms yang berbunyi demikian.

“Hanya ada 3 hari dalam hidup ini.

Pertama: HARI KEMARIN. Kamu tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kamu tak bisa mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat. Lepaskan saja.

Kedua: HARI ESOK. Hingga mentari esok hari terbit, kamu tak tahu apa yang akan terjadi. Kamu tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Kamu tak mungkin tahu, sedih atau ceria di esok hari. Karena esok hari belum tiba, biarkan saja. Baca lebih lanjut

Tentang Simbol Lima-Lima

Ibn ‘Arabi berkata,

“… Ketika Rasul yang diutus kepada makhluk-Nya ada dua: lahir dan batin, maka Rasul yang lahir adalah Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa aalihi), sedangkan Rasul yang batin adalah Jibril (‘alaihissalam), yang datang kepada Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa aalihi) dengan membawa wahyu untuk disampaikan kepada kaumnya, sementara mereka tidak dapat merasakan dan tidak mengetahuinya. Demikian pula yang mengatur struktur dan bentuk manusia ini, yakni ruh (jiwa), memiliki dua utusan: lahir dan batin.

” Utusan yang batin adalah keinginan (iradah) yang sama dengan posisi Jibril (‘alaihissalam) yang memberikan wahyu (inspirasi) kepada lisan, sementara lisan akan mengungkapkan dan menerjemahkan keinginan, di mana posisi utusan lahir ini sama dengan Rasulullah Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa aalihi). Baca lebih lanjut

In Memoriam Muhyiddin Ibn ‘Arabi (w. 22 Rabiul Akhir 1165)

Suatu hari,  salah seorang musuh Ibn ‘Arabi jatuh sakit. Sang Syekh pergi menjenguknya. Dia mengetuk pintu dan memohon kepada istri si sakit untuk memberitahu (suaminya) bahwa dia ingin menjenguknya. Wanita itu menyampaikan pesannya dan, sekembalinya, menyampaikan kepada Syekh bahwa suaminya tidak  ingin bertemu dengannya. Syekh tidak punya urusan di dalam rumah ini, demikian sang istri memberitahunya.Tempat yang pantas baginya adalah gereja. Baca lebih lanjut

Mafatih Al-Jinan Jilid 3

Inilah buku kumpulan doa yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.

Setelah Jilid 1 dan 2, kini kami persembahkan jilid terakhir kitab Mafatih Al-Jinan karya Syaikh Abbas Al-Qummi. Jilid terakhir ini berisikan tatacara dan adab ziarah kepada para maksumin serta figur-figur mulia dari keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.

Harga : Rp 140.000,-