Telur, Wortel dan Kopi

Sms Teman yang Inspiratif

Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros dsb.

Ibu muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Baca lebih lanjut

PEWARIS MUHAMMADIYYAH (2)*

PEMBUKAAN

Ibn ‘Arabi mengatakan kepada kita bahwa usaha yang bisa dilakukan oleh para pencari hanya sebatas mengetuk pintu. Setelah mencapai pintu, mereka hanya bisa mengetuk sesering yang mereka suka. Adalah Tuhan yang akan memutuskan kapan dan bagaimana Dia akan membuka pintu tersebut. Hanya pada pembukaan pintu warisan seutuhnya bisa terjadi. Hal ini memerikan makna kata “pembukaan” dalam judul karya Ibn ‘Arabi al-Futuhat al-Makkiyyah (“Pembukaan Mekkah”). Baca lebih lanjut

Buku Baru: Laga Pamungkas

Salah satu kepercayaan elementer umat Islam Muslim adalah kepercayaan pada kemunculan Imam Mahdi (Mahdiisme) yang akan menegakkan keadilan sepenuhnya di muka bumi.

Lepas dari apakah beliau sudah dilahirkan yang kemudian digaibkan Tuhan ataukah akan lahir nanti, masalah lain. Yang jelas secara umum kaum Muslim percaya pada kehadiran Imam Mahdi. Namun masalah yang muncul dalam benak kebanyakan manusia adalah bagaimana nanti Imam Mahdi as mengeliminasi berbagai sistem politik yang mendominasi beragam pemikiran dan kekuatan-kekuatan besar dan bagaimana beliau membentuk satu sistem [pemerintahan] internasional? Bagaimana nanti sistem Imam dan program pemerintahannya?

Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang mendorong penulis untuk membahas topik tersebut. Buku yang dihasilkan dari riset selama empat tahun ini tersusun atas tiga bab. Bab Pertama membahas riwayat-riwayat tentang situasi-situasi dunia yang penuh dengan peperangan, pembunuhan, kehancuran, paceklik, kematian, penyakit, kezaliman, kesewenangan, ketakutan, dan permusuhan (sebelum kemunculan Imam as). Bab Kedua berisi kajian tentang metode kebangkitan dan revolusi berskala internasional yang dilakukan Imam Mahdi dan Isa al-Masih. Bab Ketiga mengupas hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan Imam Mahdi as.

Dengan bersandar pada dalil-dalil yang dapat ditemukan di puluhan kitab Ahlusunnah dan Syi‘ah, serta penelitian ratusan riwayat, buku ini, insya Allah, menjadi gambaran komprehensif—meskipun tidak memadai—tentang masyarakat Islam dan dunia setelah kemunculan “ratu adil” dari Ahlulbait Muhammad saw.

Judul Buku                   : Laga Pamungkas: Duet Imam Mahdi & Isa Al-Masih Memimpin Dunia

Penulis                          : Najmuddin Thabasi

Penerjemah                  : Ali Yahya

Ukuran                         : 15,5 x 23 cm

Tebal                            : 298 halaman

Penerbit                        : Al-Huda

Tahun Terbit                 : Maret 2010

Harga                           : Rp 49.500,-

Pemesanan :

Arif Mulyadi (081318614225)

Buku Baru: Penebar Rahmat

Mengenal kepribadian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa âlihi dan mengetahui riwayat hidupnya baik secara praktis maupun dari segi keilmuannya, bisa mengubah kehidupan material dan spiritual seseorang dan bisa dijadikan sebagai landasan penting untuk mengetahui pribadi beliau dari berbagai aspek kehidupannya.

Lebih jauh, pengenalan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa âlihi yang paripurna dan komprehensif akan membentengi kaum Muslim dari pemikiran-pemikiran ganjil dan keruh yang menodai kesucian pribadi Nabi shallallahu ‘alaihi wa âlihi. Kasus novel kotor Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdie merupakan contoh terheboh upaya penodaan atas pribadi yang dimuliakan Allah Swt.

Karena itu, penulisan buku bertajuk Penebar Rahmat: Muhammad menurut Muhammad karya Muhammad Rey Syahri sepatutnya diapresiasi positif. Membaca buku ini akan mengantarkan Anda kepada rasa syukur tak terhingga atas keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa âlihi karena melalui beliaulah seluruh keberadaan menjelma.

Judul Buku                   : Penebar Rahmat: Muhammad Menurut Muhammad

Penulis                          : Muhammad Rey Syahri

Penerjemah                  : Irwan Kurniawan

Ukuran                         : 14 x 21 cm

Tebal                            : 292 halaman

Penerbit                        : Al-Huda

Tahun Terbit                 : Maret 2010

Harga                           : Rp 45.000,-

PEWARIS MUHAMMADIYYAH (1)1

Para pengikut Ibn ‘Arabi sering menyebutnya sebagai “Penutup Kesucian Muhammadiyyah”, atau sedikit lebih harfiah, “Penutup Kewalian Muhammadiyyah”. Kelihatannya agak jelas bahwa ia mengklaim peringkat tersebut, setidaknya dalam beberapa puisinya. Tapi apa persisnya ungkapan tersebut yang telah ditujukan kepadanya dan tradisi yang ia wakili?

Ungkapan ini berasal dari sebuah gelar yang Al-Quran berikan kepada Muhammad, “Penutup para nabi” (shallallahu ‘alaihi wa âlihi). Hal ini biasanya dipahami untuk memaknai dua hal: pertama, bahwa Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa âlihi) adalah yang terakhir dari 124.000 nabi yang diutus oleh Allah kepada umat manusia; Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa âlihi) menghimpun secara keseluruhan dan mensintesis semua pengetahuan yang Allah berikan kepada semua nabi sebelumnya. Baca lebih lanjut

Pada Sebuah Momen

Ah, aku terkenang caramu tersenyum, caramu menatap, intonasimu dalam berbicara, caramu menjepit rambut, caramu mengucapkan, “Terima kasih” dan “selamat jalan”.

Ah, ah, aku terkenang gayamu membelalakkan mata, mengedipkannya, gayamu ketika cemberut. Ah, ah, aku suka sepatu hitammu yang tak semuanya kaumasukkan karena tergesa-gesa ingin pergi bersamaku. Ah, ‘ku masih teringat ucapanmu, ‘Saya hanya pelayan’ ketika kau berusaha melayani habis-habisan

Hingga pada satu ketika kau ucapkan:

– “Waktu senang-senang sudah selesai”

-“Saya sudah senja”

_”Semua sesuai keadaan, semua dalam rancangan Tuhan”

aku melampus sembari bertanya-tanya, ‘begitu mudahkah?’

Hanya kau yang tahu siapa sebenarnya dirimu. Dunia sering terasa aneh bagiku.

(terinspirasi oleh “Pada Sebuah Kafe (4)”  karya Acep Zamzam Noor)