“Saya Netral”

Selepas ikut suatu kajian bedah kitab klasik, Heru Cokro bareng satu mobil dengan rekan sepengajian. Sebut saja namanya Pak Gere. Dia cerita kepada Heru dengan penuh sumringah, “Saya nih asyik godain Bu Yaya via sms. Dia nanya kepada saya, ‘Kalau Pak Gere dihadapkan dengan peristiwa perang antara Ali dan Aisyah, apa sikap pak Gere? Kalau saya akan berpihak kepada Ali.’ Saya bilang, ‘Saya gak tahu. Saya gak bisa jawab. Sebab, menurut hadis Nabi saw, ijtihad seorang Muslim mendapat pahala.'” Lanjut Pak Gere, “Saya pernah ditanya oleh petugas mesjid waktu mau shalat Jumat di Australia, ‘Bapak Sunni atau Syi’ah?’ Saya jawab, ‘I am Muslim.'” Baca lebih lanjut

Iklan

Kulkasku Sayang Kulkasku Malang

kulkas.jpg

Tampaknya memiliki lemari es (sering disebut kulkas) untuk masyarakat modern bukanlah suatu hal yang mewah. Boleh dibilang lemari es sudah sama kedudukannya dengan makanan atau minuman. Ia bisa dijangkau dengan harga yang relatif murah dan bisa dicicil lagi.

Tapi hal yang sama rupanya tak dijumpai bagi Heru Cokro. Sudah lama ia dan istrinya mengidamkan sebuah lemari es. Bukan karena tetangga sudah memilikinya dan ia ikut-ikutan ingin memilikinya. Tidak begitu. Sebetulnya Heru sudah merasakan manfaat kulkas itu ketika ia masih tinggal di kontrakan. Ia bisa dengan cepat sarapan karena istrinya tinggal ngangetin masakan saja. Namun, karena satu dan lain hal akhirnya lemari es itu tinggal kenangan. Baca lebih lanjut

Anak UI Dibunuh karena Ngiler Akan Mobilnya

Misteri pembunuhan mahasiswi UI yang mayatnya dibuang ke selokan terkuak. Korban ternyata dihabisi dan dirampok oleh dua cowok mantan pacarnya yang dikenalnya lewat chatting.

Anita Rachmat,19, dibunuh oleh Yohanes Martinus alias Dado,21, Mulyadi Dwi Asmoro alias Acong,24, dan teman mereka Maulana alias Item,25, yang ingin menguasai harta korban. Pembunuhan ini sudah direncanakan secara matang.

Ini adalah kutipan berita di salah satu suratkabar tertua di Jakarta. Membaca berita ini, Heru Cokro teringat akan pelajaran kitab syarah al-Hikam yang sekarang sedang dipelajarinya.

Dalam pelajaran yang dikupas kemarin oleh ustadnya, Ibn Athaillah–penyusun al-Hikam, pembela wahdatul wujud-nya Ibn ‘Arabi, mitra diskusi Ibn Taimiyah–menguraikan bahwa munculnya kelalaian (ghaflah), maksiat, dan syahwat berakar dari pemanjaan manusia terhadap hawa nafsu. Membaca kembali pelajaran tersebut, Heru berusaha merenunginya dan menghubungkannya dengan peristiwa kriminal yang dikutip di atas. Baca lebih lanjut