Allah Memberikan Tiga Kesempatan untuk Hamba dalam Shalat

Diriwayatkan Imam Jakfar Shadiq as berkata, “Ketika seorang hamba shalat, Allah Swt akan memalingkan wajah-Nya kepada hamba dan selalu memperhatikannya sampai hamba-Nya berpaling dari Allah sebanyak tiga kali, dan ketika hamba berpaling tiga kali, maka ketika itulah Allah juga akan berpaling darinya.”

Ayatullah Mojtaba Tehrani menjelaskan hadis tersebut dan mengatakan, “Itu adalah terjemahan tekstual dari riwayat tersebut, dan akan saya kemukakan beberapa poin. Pertama, jelas sudah bahwa ketika hamba menghadap dan memalingkan muka kepada Allah Swt, maka Allah juga akan berpaling kepadanya. Inilah inti dari riwayat tersebut. Baca lebih lanjut

Break the Form, Lose the Donkey

From the Teachings of Mawlana Shaykh Kabbani
Sufi Meditation Center, Vancouver, BC

Bismillahi Rahmaani Raheem. Alhamdulillah sharing from Mawlana Shaykh’s teachings that; Allah (SWT) is describing, “I am not in the Heavens and I am not on this Earth, but I am in the heart of My believer, qalbun mum’in baytullah.” From Mawlana Shaykhs teachings, an important reality begins to open; whether it is the practise of going for Hajj and circumbulating the Ka’aba, or the praying, or the whirling and other expressions of our love through different practises; there is a reminder for myself that the Prophet (s) is teaching us from that holy hadith that Allah opens a nearness to Himself when the servant approaches through voluntary worship; then Allah (SWT) begins to love that servant, through his voluntary prayers. And the Prophet (s) describes that if Allah (SWT) dresses that servant with His love; their hearing will be from a Divine Hearing, from Allah’s Hearing; their seeing will be from Divine Seeing and their breathing will be from the Divine Breath. And also their speech will be from the Divine and Heavenly Words; their hands and their movement and every action will be dressed from the Divine Oceans. Baca lebih lanjut

Salawat adalah Tinta, juga Penghapus

Pelajaran akhlak Ayatullah Mujtaba Tehrani termasuk pelajaran akhlak yang diminati oleh para peminat. Dalam pelajaran kali ini, ia mengupas tentang salawat kepada Rasulullah saw dan keluarganya.

Ketika salawat dicatat dalam catatan amal seorang hamba, maka setiap salawat akan ditulis sebanyak 10 kebaikan. Salawat memiliki peran positif dan juga peran negatif.
Diriwayatkan dari Hasan bin Ali Askari bahwa ia berkata, “Perbanyaklah mengingat Allah, mengingat kematian, membaca Al-Quran, dan mengirimkan salawat kepada Rasulullah saw, karena salawat yang dikirim untuk Rasulullah berpahala 10 kebaikan.”

Arti mengingat dalam hadis tersebut adalah mengingat dalam bentuk internal, sebagaimana hal ini juga dapat ditarik kesimpulan dari frase setelahnya; yaitu “mengingat kematian”.

Mengingat ini lantaran juga tidak berarti menyebut secara lisan. Mengingat seperti ini dapat memiliki peran membangun.

Dengan demikian, ada dua pesan internal yang telah dilontarkan oleh Imam Hasan Askari: mengingat Allah dan mengingat kematian.

Imam Hasan Askari juga memberikan dua pesan eksternal:
Pertama, membaca Al-Quran. Membaca Al-Quran memiliki efek yang tak terhingga. Dari sisi spiritual, membaca Al-Quran dapat mendatangkan cahaya.

Kedua, bersalawat kepada Rasulullah saw. Untuk pesan-pesan sebelum ini, Imam Hasan as tidak membawakan alasan. Akan untuk pesan salawat ini, ia menyebutkan bahwa salawat untuk Rasulullah saw berpahala 10 kebaikan.
Salawat memerlukan pembahasan yang detail dan panjang. Pada kesempatan ini, saya hanya akan mengisyaratkan saja.

Salawat memiliki peran positif dan juga peran negatif. Ketika Imam Hasan as menekankan bahwa ketika satu salawat telah ditulis di dalam catatan amal seseorang akan memiliki pahala 10 kebaikan, maka ini adalah peran positif salawat. Akan tetapi, dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa salawat memiliki peran istighfar; yaitu peran negatif dan penghapusan dosa dan keburukan.

Dengan ungkapan lain, salawat memiliki dua wajah. Ketika para imam maksum as menekankan bahwa zikir terbaik adalah salawat, hal ini lantaran dua wajah yang dimiliki oleh salawat. Salawat adalah pena, dan juga penghapus. Untuk itu, membaca salawat sangat ditekankan.

Lebih dari 10 kebaikan, para malaikat juga akan mengirimkan 700 salam bagi siapa yang membaca salawat. Kelipatan salawat sangatlah tinggi, dan kita tidak tahu apa yang tersembunyi di balik satu salawat. (sumber: http://www.shabestan.net)