Sebuah Catatan Lebaran 2008

I

Waktu di sini tersendat-sendat. Mungkin karena aku tidak menyukai kenangannya. Ketika remaja pernah bereksperimen memutuskan diri dengan masa lalu. Hasilnya malah ikatan yang lebih tegas: kebencian pada hal-hal buruknya, kesenangan pada hal-hal yang menjadi spirit bagi kebaikan yang kulakukan, dan dikenalinya benang  merah kepribadianku. Menurutku ini agak salah. Menjalani kehidupan seharusnya membiarkan diri merangsek ke depan, sedang aku ‘pernah’ terlalu serius menjelajahi masa lalu. Maksudku, dan ini secara psikologis sangat mengganggu, masa lalu itu semata masa laluku saja. “Aku saja” , ini membuatku mempertanyakan, mempermasalahkan dan melawan takdir sebagai Ari***. Aku ingin menjadi yang lain dengan menolak. Dan kusebal karena masa lalu selalu menguntit sehingga kita menyebutnya kenangan. Hai, di sini tempat aku dibesarkan! (1/10/08; 17:44:23) Baca lebih lanjut

Iklan