The Secret, Sebuah Pendalaman ataukah Pendangkalan?

Aziz Fajar Ariwibowo

Saya tidak tahu apakah tulisan saya ini termasuk basi atau tidak, karena hiruk pikuk bahasan tentang the secret saat ini sudah mulai agak surut. Booming the secret sendiri sudah terjadi kira-kira dua atau tiga bulan yang lalu. Tapi, ah saya tidak peduli. Saya hanya ingin berbagi perspektif saya pribadi atas teori law of attraction tersebut. Saya juga tidak ingin berbicara tetang benar atau salah. Karena saya yakin kita sudah mampu mencernanya dalam hati nurani masing-masing. Okey, mari kita mulai. Baca lebih lanjut

M.H. Aripin Ali: Persahabatan Tak Kenal Lelah

 aripin.jpg

DINI hari tadi, sewaktu aku merenungi atas setiap kejadian yang telah dan yang mungkin akan kulewati (ceritanya: aku muhasabah!), aku dikejutkan oleh pesan pendek yang datang dari kakak, teman, saudara, sekaligus “guru pertama” filsafatku, yakni Muhammad Hasan Aripin Ali, yang sering dipanggil oleh kami dengan “A Ipin”. Pesan pendek itu berbunyi: “Besok! Sudah kusiapkan ucapan selamat. Ah, jauh-jauh hari kau sudah sampai kok. Hanya perlu catatan kecil: setelah Selasa ada Rabu.” Pesan pendek ini terkait dengan sedikit keteganganku atas sidang proposal tesis yang akan kujalani besok, Rabu, 27 Februari 2008 dan ketegangan itu kubagi-bagikan kepada saudara-saudaraku yang secara emosional dekat denganku meski secara fisik kami berjauhan. Baca lebih lanjut

Dua Minggu yang Melelahkan

Dua minggu sudah aku harus mempersiapkan penyelesaian tesisku. Dan, hari Rabu, 27 Februari 2008, aku akan maju sidang proposal tesis. Judul yang kuambil “Ethics in Ibn ‘Arabi’s Metaphysics Perspective”. Karena soal inilah, aku tak concern untuk ngisi blogku. Mohon doa dari para pembaca agar semuanya lancar.

Surat Sahabat

surat.jpgMalam Jumat, 8 Muharram 1429 H.

Ini kutulis untukku dan teman-temanku, yang biasa Kumailan bersama…..

Satu kalimat dari ucapanmu menggelisahkanku.

Meskipun bisa saja kau hanya sekadar bermain kata-kata. Tapi kali ini, kecenderunganku menganggap sebaliknya; itu bukan tanpa makna. Meski kita sama-sama tahu-lah siapa diri kita. Tentu memang, bukan hakikat kita masing-masing. Toh kita bukan ahli batin. Kita merasa tahu sebagai teman, hanya berdasar prasangka baik, bukan!….

Duh…. sebenarnya berat rasanya mengomentari ucapan itu. Aku takut, karena sering kata-kata mendahului perbuatan. Aku takut melihat kilatan pecut akan menyambarku dengan hardikan kalimat, “mengapa engkau mengatakan sesuatu yang tidak kau lakukan?” Baca lebih lanjut

Anak UI Dibunuh karena Ngiler Akan Mobilnya

Misteri pembunuhan mahasiswi UI yang mayatnya dibuang ke selokan terkuak. Korban ternyata dihabisi dan dirampok oleh dua cowok mantan pacarnya yang dikenalnya lewat chatting.

Anita Rachmat,19, dibunuh oleh Yohanes Martinus alias Dado,21, Mulyadi Dwi Asmoro alias Acong,24, dan teman mereka Maulana alias Item,25, yang ingin menguasai harta korban. Pembunuhan ini sudah direncanakan secara matang.

Ini adalah kutipan berita di salah satu suratkabar tertua di Jakarta. Membaca berita ini, Heru Cokro teringat akan pelajaran kitab syarah al-Hikam yang sekarang sedang dipelajarinya.

Dalam pelajaran yang dikupas kemarin oleh ustadnya, Ibn Athaillah–penyusun al-Hikam, pembela wahdatul wujud-nya Ibn ‘Arabi, mitra diskusi Ibn Taimiyah–menguraikan bahwa munculnya kelalaian (ghaflah), maksiat, dan syahwat berakar dari pemanjaan manusia terhadap hawa nafsu. Membaca kembali pelajaran tersebut, Heru berusaha merenunginya dan menghubungkannya dengan peristiwa kriminal yang dikutip di atas. Baca lebih lanjut

Mahdiisme: Penyingkapan Mistis Ibn ‘Arabi

Arif Mulyadi

ya-aba-shalih.jpg

SALAH satu tema sentral dari ajaran Islam adalah Mahdiisme, yakni paham akan datang juru selamat dunia yang akan memperbaiki dunia dengan menata keadilan dan menghancurkan kezaliman. Dalam teologi Syi’ah, Imam Muhammad bin Hasan al-Askari adalah orang yang didapuk untuk melakukan fungsi-fungsi di atas pada saatnya nanti. Beberapa riset mutakhir menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap juru selamat dunia, entah dengan sebutan Mahdiisme, Messiah, Wali Mutlak, ataupun yang lainnya, merupakan kepercayaan universal yang nyaris merata di setiap agama dan tradisi. Tentu, bukan pada tempatnya di sini untuk mendaftar seluruh agama dan tradisi yang memiliki kepercayaan terhadap akan datangnya juru selamat dunia. Baca lebih lanjut