Memilih Guru, Sahabat, dan Pemimpin

“Janganlah anda berguru atau bersahabat dengan orang yang tidak membangkitkan dirimu dan menunjukkan kepada Allah, baik kondisi ruhani (haal) maupun kata-katanya. Ketika anda berbuat buruk, ia memberitahu kalau perbuatan itu baik bagi anda, karena sesungguhnya anda telah bergabung pada orang yang lebih buruk daripada diri anda.”

Orang yang tidak membangkitkan dirimu, tingkah laku ruhani maupun ucapannya yang bisa menunjukkan kepada Allah adalah orang yang sesungguhnya belum menempati posisi hakikat, belum mampu menghilangkan hasratnya dari sesama makhluk, bahkan dia lebih rela pada kepentingan dirinya. Baca lebih lanjut