Kulkasku Sayang Kulkasku Malang

kulkas.jpg

Tampaknya memiliki lemari es (sering disebut kulkas) untuk masyarakat modern bukanlah suatu hal yang mewah. Boleh dibilang lemari es sudah sama kedudukannya dengan makanan atau minuman. Ia bisa dijangkau dengan harga yang relatif murah dan bisa dicicil lagi.

Tapi hal yang sama rupanya tak dijumpai bagi Heru Cokro. Sudah lama ia dan istrinya mengidamkan sebuah lemari es. Bukan karena tetangga sudah memilikinya dan ia ikut-ikutan ingin memilikinya. Tidak begitu. Sebetulnya Heru sudah merasakan manfaat kulkas itu ketika ia masih tinggal di kontrakan. Ia bisa dengan cepat sarapan karena istrinya tinggal ngangetin masakan saja. Namun, karena satu dan lain hal akhirnya lemari es itu tinggal kenangan.

Nah, tahun 2007 kemarin, tanpa sepengatahuan dirinya, istri Heru mengikuti arisan uang sebanyak X rupiah per bulan. Ia mendapatkan giliran pemenang ke-5. Artinya, si istrinya ini akan mendapatkan uang seharga lemari es yang diidamkan pada bulan ke-5 arisan. Apa lacur? Tepat bulan ke-5, perusahaan Heru mengalami penurunan omset penjualan produk dagang mereka. Ini berakibat, pada akhirnya, Heru sulit untuk mendapatkan job luar dari kantor yang biasanya hampir tiap bulan didapatkan Heru. Efek selanjutnya, gaji Heru jelas tak akan mencukupi keperluan bahtera rumah tangga ini mengingat gaji di bulan tersebut sudah kena potongan besar pada bulan sebelumnya. Apa daya, istri Heru merelakan uang arisannya dipakai untuk biaya sekolah dan ongkos sehari-hari.

Sebetulnya Heru tidak tega melihat keinginan lama istrinya tidak terwujud. Tapi ia pun tak bisa menemukan jalan keluar untuk itu. Ia hanya berharap bahwa ungkapan “kulkasku sayang, kulkasku malang”, tidak menjadikan istrinya tidak ikhlas dan pesimis mewujudkan keinginan mendapatkan lemari es idaman. Dihadapkan pada kejadian tersebut, Heru Cokro tiba-tiba teringat kata-kata Ibn ‘Arabi, “Ketidakterkabulan keinginanmu sesungguhnya merupakan bentuk pengabulan itu sendiri.” Ya, barangkali ada hal lain yang bisa ia peroleh tetapi belum ia ketahui wujudnya sebagai ganti lemari es. Semoga Tuhan mengikhlaskan hati istriku, batin Heru.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s