The One Alone (10)

Tentang Mati Sebelum Mati
Dia yang memikirkan dirinya sebagai sesuatu selain Allah tentunya bukan selain Dia, karena Allah Ta’ala bebas dari semua eksistensi selain Esensi Ilahi-Nya. Semua, yang terlihat maupun tidak terlihat, yang eksis pada-Nya, bersama-Nya, di samping-Nya, tidak lain adalah Dia, karena yang lain itu sendiri adalah Dia. Barangsiapa melihat dirinya demikian dan diberkati dengan kualitas-kualitas ini, tidak memiliki ikatan ataupun tujuan.
Siapa pun mati ketika, dengan kehendak Allah, waktu nyawa pinjamannya berakhir. Wujud materi — yang disebut kehidupan — berakhir pada waktu yang ditentukan, kehilangan seluruh karakter dan kualitasnya, baik dengan kebaikan maupun keburukan. Barangsiapa yang mati secara spiritual sementara kehidupan materinya berlanjut juga kehilangan karakteristiknya entah baik maupun buruk. Tak ada sesuatu pun yang tersisa dari dirinya. Yang ada hanyalah Allah, yang menempati dirinya. Dirinya menjadi Diri Allah. Sifatnya menjadi sifat Allah.
Itulah yang dimaksud oleh Pemimpin kita, Rasulullah saw ketika bersabda, “Matilah engkau sebelum engkau mati.”

Yakni, “Kenalilah dirimu, sebelum engkau mati.” Melalui Nabi-Nya, Allah berfirman:
Hamba-Ku datang mendekati-Ku dengan ibadah amal-amal baik hingga Aku mencintai-Nya; dan ketika aku mencintainya, Aku menjadi pendengaran pada telinganya; Aku menjadi penglihatan pada matanya; Aku menjadi kata-kata pada lidahnya; Aku menjadi tangan yang dengannya ia memegang; Aku menjadi kekuatan setiap bagian wujudnya.

Sumber : TOA, hal.37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s