HIKAYAT IBLIS (1)

Kisah Iblis sebagaimana diceritakan oleh Rasulullah saw

Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal ra, dari Ibnu Abbas ra yang berkisah:
Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa âlihi di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku?”
Rasulullah saw bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?”
Mereka menjawab, “Tentu Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Lalu Rasulullah saw menjelaskan, “Ini adalah iblis yang terkutuk itu—semoga Allah senantiasa melaknatnya.”
Kemudian Umar ra meminta izin kepada Rasulullah saw sembari berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?”
Beliau menjawab, “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya, sampai batas waktu yang telah diketahui (hari kiamat)? Akan tetapi, sekarang kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian.”

Ibnu Abbas berkata:
Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak ke samping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sambil memberi salam: “Assalamu ‘alaika ya Muhammad. Assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal muslimin.”
Nabi saw menjawab, “Assalamu lillahi ya la’în. Keselamatan hanya milik Allah wahai makhluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluan tersebut, wahai Iblis?”
“Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tetapi saya datang ke sini karena terpaksa.”
“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk terkutuk?”
Iblis menjawab, “Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhanku Yang Mahaagung. Utusan itu berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya Allah Swt memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw, sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekaya anak cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawabnya dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah jadikan debu yang bakal dihempaskan oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang.’ Wahai Muhammad, maka sekarang aku datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai aku tidak menjawabnya dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal aku terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenang-senangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku.” (Bersambung, insya Allah)

Sumber: Hikayat Iblis, dalam Ibnu ‘Arabi, Misteri Kun (Syajaratul-Kaun): Doktrin tentang Person Muhammad saw, (Surabaya: Risalah Gusti, 2001), hal.105-108.

One thought on “HIKAYAT IBLIS (1)

  1. NAZIB mengatakan:

    minta hikayat yang lebih bisa manggerakan qolbu kita…….saya ingin pemahaman AWWALLUDIN MARIFATULLOH…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s