The One Alone (9)

SATU-SATUNYA eksistensi adalah eksistensi Allah. Allah Mahatinggi berfirman melalui Utusan-Nya berkata kepada Musa (as):

Wahai hamba-Ku, Aku sakit tetapi engkau tidak datang menjenguk-Ku; Aku lapar tetapi engkau tidak memberi-Ku makan…

Allah Yang Mahatinggi secara jelas menyatakan bahwa wujud dari orang yang sakit adalah wujud-Nya, demikian pula wujud orang yang lapar adalah wujud-Nya. Apabila yang sakit dan yang miskin adalah Dia, maka wujudmu adalah wujud-Nya juga. Dengan cara yang sama, segala sesuatu yang tersusun dari elemen-elemen dan peristiwa-peristiwa adalah Dia juga.

Ketika rahasia dari sebuah atom keluar dari semua atom yang darinya elemen-elemen tersebut diketahui, rahasia dari keseluruhan alam semesta yang nyata dan yang gaib akan ditunjukkan. Kemudian engkau tidak akan menyaksikan apa pun selain Allah baik di dunia ini ataupun di akhirat. Engkau akan menyaksikan seluruh eksistensi di dunia dan di akhirat, segala nama dan sesuatu dinamai dengan nama-nama tersebut dan wujud-wujud mereka, sebagai Wujud-Nya saja. Engkau akan melihat Allah tidak menciptakan sesuatu untuk selamanya.

Engkau akan menyaksikan penyingkapan-Nya, wujud-Nya, dan sifat-sifat-Nya dalam bentuk imaji lain, tanpa kualitas dan arah, sebagaimana Dia menyingkapkan Diri-Nya sendiri,
Setiap saat Dia memanifestasikan Diri-Nya sendiri dalam keadaan agung lainnya (QS. Al-Rahman [55]:29)

Maka engkau akan menyaksikan bahwa segala sesuatu yang engkau pikir Dia jadikan, Dia tidak buat. Penampilan mereka merupakan refleksi penyingkapan Allah dari aspek esensi ataukah sifat-Nya, setiap saat dalam suatu bentuk dan rupa.

Dia adalah Sebelum karena Dia adalah swa-ada (self-existence). Dia adalah Setelah karena Dia tidak berakhir. Dia terlihat karena hanya Dia yang ada. Dia Tak-terlihat karena Dia adalah Yang Esa. Dia adalah Yang Awal karena hanya Dia yang eksis. Dia adalah Yang Akhir, karena tidak ada akhir setelah Dia.

Dia adalah huruf pertama dan seluruh huruf tersebut sampai huruf terakhir. Dia adalah huruf-huruf yang tampak dan tak-tampak. Dia adalah nama, dan Dia adalah yang dinamai. Wujud-Nya adalah wajib; karena itu adalah wajib juga bahwa tidak ada keberadaan selain keberadaan-Nya. (Bersambung, insya Allah)

Sumber: TOA dalam What the Seeker Needs, hal.35-36.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s