The One Alone (7)

DAN ALLAH memperlihatkan kepada Nabi bahwa “segala sesuatu” tidak punya wujud dan Dia memperlihatkan kepada “segala sesuatu” sebagai Dia. Terlihat bahwa semua yang muncul sebagai selain Allah adalah wujud-Nya. Dia diperlihatkan segala sesuatu tanpa sebuah nama, tanpa waktu, tanpa kualitas, sebagai esensi Allah.

Nama sebuah benda diajukan oleh benda tersebut kepada orang yang menamainya, dan olehnya diberikan kepada yang lain. Dengan demikian, dalam sebuah benda, eksistensi benda tersebut dan eksistensi dirinya adalah ekivalen. Karena itu, ketika benda tersebut diketahui, diri tersebut diketahui dan ketika diri diketahui, Rabb pun diketahui.

Engkau mengira yang lainnya sebagai selain Allah. Tidak ada sesuatu pun selain Dia, tetapi engkau tidak mengetahui hal ini. Ketika engkau menatap-Nya, engkau tidak mengenali-Nya. Ketika rahasia terbuka kepadamu, engkau akan tahu bahwa engkau tidak lain adalah Dia. Kemudian engkau pun akan mengetahui bahwa engkau adalah orang yang Dia inginkan, (tetapi engkau tidak perlu menghilang) dan bahwa engkau adalah selamanya dan tidak akan musnah bersama waktu, karena tidak ada lintasan waktu. Sifat-sifatmu adalah kepunyaan-Nya. Tak syak lagi, penampilanmu adalah penampilan-Nya. Apa yang ada padamu, ada pada-Nya. Sebelummu adalah sebelum-Nya; setelahmu adalah setelah-Nya; esensimu adalah esensi-Nya—tanpa Dia merasukimu ataupun engkau merasuki-Nya, karena,

Segala sesuatu akan binasa, melainkan wajah-Nya (QS. al-Qashash: 88)

Bahwa yang eksis dan yang terlihat adalah Dia. Tidak ada sesuatu selain Dia, jadi, bagaimana bisa yang tidak ada berhenti untuk ada? Yang ada hanya Dia, Esensi-Nya, yang akan senantiasa ada. Karena itu, jika orang mengetahui bahwa sebuah benda eksis yang tidak bisa berhenti untuk eksis, maka keraguan dan ketidaktahuan tentang benda itu akan berhenti. Bahwa wujud bersifat abadi, tanpa mengalami perubahan menjadi wujud lain. Ketika orang yang yakin terhadap sebuah eksistensi bergabung dengan orang yang menolak eksistensi tersebut, mereka tidak [akan] menyatu. Sebaiknya, keraguan tentang eksistensi tersebut hilang.

(Bersambung, insya Allah)

Sumber: TOA, dalam What the Seeker Needs, hal.34)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s