“Balak Dua”

Ini “ejekan” istriku kepadaku karena pada dahiku terlukis dua tanda hitam (seakan bekas sujud). Jujur aku jengkel dan kesal dengan dua tanda tersebut karena, pertama, ia sering diasosiasikan dengan ciri-ciri dari salah satu kelompok Islam yang aku sendiri tak menyukainya. Namun, alasan kedua, karena aku dipandang sebagai orang yang taat beragama, tentu bagi orang tertentu. Pfffuih, apalagi ini.

Sampai suatu kejadian, aku sempat marah dan tidak bertegur sapa dengan orang yang menyinggung-nyinggung hal itu. Mungkin karena ia merasa aku dekat dengannya, ia mencandaiku itu. Kusemprot ia dengan sejuta alasan. Hingga kini aku malas untuk bertegur sapa.

Dengar, kawan, “balak dua” yang kupunya ini bukan karena aku taat beragama, tetapi kulitku yang sensitif jadi penyebabnya. Ini menghalangiku untuk masuk ke wilayah-wilayah sosial tertentu karena asosiasi dahi hitam yang dimiliki satu kelompok Islam. Pernah kucoba untuk menghilangkannya dengan sebuah obat kulit tapi tidak berhasil.
Yang ada malah kulitku semakin menghitam. Ah, sudahlah, barangkali Tuhan menegurku dengan cara ini. Mungkin Dia menginginkanku aku masuk pada ciri kelompok secara maknawi, atau Dia mengingatkanku bahwa aku sebetulnya seorang hipokrit. Hmmmh…..

4 thoughts on ““Balak Dua”

  1. Don Sulaiman mengatakan:

    Ha ha ha…saya juga pernah mengalami perkara yang serupa anda. Teman2 dan orang ramai tetap menyangka aku orang “warak” dan ini bikin saya rimas dan kadang2 syok sendiri. Bukan kah syok sendiri satu jenis sifat yang terkutuk..? Lama lama saya sujud dgn beralaskan kertas supaya kulit saya yang sensitif itu tidak membekas jika saya teruskan sujud diatas Turbah.

    • amuli mengatakan:

      Terima kasih sharingnya. Saya juga pernah ganti alas sujud dengan kertas, tapi gak genah. Rasanya tidak ‘husaini’, ada yang kurang sujud. Jadinya, saya tetap memakai turbah Husain meski berisiko balak dua. Biarlah Tuhan yang menilai.

  2. hendrik mengatakan:

    kalau tidak salah, ada sebuah buku yg meceritakan tentang jalaluddin rumi dengan syams al tabriz..judulnya “the way of love”.. didalamnya ada syair/kata yg konon bersumber dari hadis Nabi Muhammad.. yg isinya kalau tidak salah mirip seperti ini..

    “debu dan tanah
    biarkanlah melukai kalian
    sebab orang-orang yang berjalan dijalan cinta
    harus merasakan luka..
    dan dengan luka (bekas) itu
    dia mampu dikenal dengan para pencinta lainnya”

    diriwayatkan bahwa beberapa sahabat mengeluh sebab mereka diperintah bersujud diatas dibatu sehingga menyakiti dahi mereka…tetapi Rasul memerintahkan untuk tetap melakukannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s