Karamah Ibn ‘Arabi (2)

Ketika itu Ibn ‘Arabi pergi dengan kapal laut bersama para sahabatnya. Saat itu laut tiba-tiba berombak besar hingga kapal yang mereka naiki nyaris tenggelam. Para penumpang berlarian mendekati Ibn ‘Arabi dan berkata, “Tuan guru, kita mendapatkan cobaan yang berat dan kita hampir saja celaka, sementara Anda seorang guru yang mulia. Doakan kepada Allah agar Dia menghilangkan apa yang diturunkan kepada kita.”

Kemudian beliau berkata, “… Dengan karunia dan pertolongan Allah.” Beliau berhenti di puncak kapal dan berkata kepada laut, “Tenanglah hai laut kecil. Di atasmu sekarang ada lautan ilmu.” Laut pun lalu tenang dan lenyaplah ketakutan para penumpang.

Lalu seekor makhluk muncul dari laut dan berkata, “Hai pemimpin para arif, aku ingin bertanya tentang si perempuan yang suaminya berubah menjadi kera atau menjadi batu, apakah iddah yang tepat untuknya?” Beliau diam tak mengetahui jawabannya. Lalu beliau mendapatkan bisikan dari Rasulullah saw yang berkata kepadanya, “Katakan kepada makhluk itu, jika si suami berubah menjadi kera, maka iddah wanita tersebut adalah iddah talak, dan jika berubah menjadi batu, iddahnya adalah iddah mati.”
Si makhluk lalu berkata, “Panjatkan shalawat kepada yang mengajarimu.” Ternyata makhluk itu adalah jelmaan Nabi Khidhir as.
(Sumber: “Wahai Anakku”)

***
Pada peristiwa wafatnya, ada tradisi lisan yang kuat di kawasan Timur Tengah yang menceritakan bahwa dia dibunuh secara tragis. Meskipun tak satu pun penjelasan kontemporer yang ada menyebutkannya, kisah ini begitu dramatisnya sehingga sangat tidak mungkin ini merupakan cerita yang dibikin-bikin.
Telah diketahui bahwa Ibn ‘Arabi mempunyai banyak pengikut dan murid–tapi dia juga mempunyai banyak musuh dan lawan, yang sangat bermusuhan dengan kepercayaan di luar kepercayaan mereka sendiri. Menurut kisah tersebut, Ibn ‘Arabi sedang melewati sebuah rumah seorang pedagang kaya di Damaskus. Orang itu sedang duduk-duduk di luar dikelilingi oleh para kawan dan pelanggannya. Banyak di antara mereka adalah hakim.
Ketika mereka melihat Ibn ‘Arabi, pedagang itu meminta Ibn ‘Arabi untuk mampir dan memberikan wejangan salah satu dari rahasia Ilahi yang dengannya Tuhan akan menolong mereka. Ibn ‘Arabi berhenti dan berkata, “Tuhan yang kalian sembah berada di bawah kakiku.”
Pedagang itu dan semua orang yang sedang berkumpul jelas sangat marah oleh jawaban yang tampaknya bernada penghujatan itu. Mereka mulai mencaci maki Ibn ‘Arabi, menuduhnya sebagai orang yang paling buruk dari golongan ahli bid’ah, dan lalu dikisahkan bahwa mereka kemudian menyerangnya dengan niat membunuhnya. Dia kemudian meninggal dunia karena luka-lukanya yang parah.
Kemudian para pelaku kejahatan itu dihukum berat dan si pedagang itu tak lama kemudian meninggal. Beberapa waktu kemudian, ketika sedang mengadakan kerja pendirian bangunan, ahli waris pedagang itu menggali tanah tempat di mana Ibn ‘Arabi berdiri ketika dia mengucapkan kalimat yang menentukan nasibnya itu. Ahli waris itu menemukan sebuah kotak emas yang terkubur di sana. Akhirnya, makna dari ucapan Ibn ‘Arabi itu menjadi jelas bagi semua orang.
(Sumber: Stephen Hirtenstein, Dari Keragaman ke Kesatuan Wujud)

3 thoughts on “Karamah Ibn ‘Arabi (2)

  1. Don Sulaiman mengatakan:

    Sangat trajis peristiwa itu dan memanglah bahasa orang2 saufi susah hendak fahami maksudnya yang sebanr. Memang kebanyakan pendagang memuja emas dan harta.

  2. balasan mengatakan:

    Iyah kebanyakn orang bahkan yang di sembah adalah HARTA….

  3. yuki mengatakan:

    Lebih baik diam seperti mayat bila berada dihadapan kita Waliyullah….
    siapa yang bisa mengambil hikmah dari diamnya, maka ia akan peroleh pemahaman dari ucapannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s