Karamah Ibn ‘Arabi (1)

Menjelang kelahiran Ibn ‘Arabi pada 17 Ramadhan, malam Nuzulul Quran (menurut salah satu versi)–yang dijadikan isyarat oleh para pengagumnya akan kepiawaian Syaikh al-Akbar dalam “menafsirkan” al-Quran–saya akan kutipkan beberapa karamahnya.

Ibn ‘Arabi sering mengikuti zawiyah Al-Ghazali di Masjid Jamik Damaskus. Zawiyah tersebut adalah ujung tembok antara Barat dan Timur, yang ditujukan untuk memperoleh berkah dari Imam Ghazali.
Suatu hari guru zawiyah ini tidak hadir, sementara Syaikh Muhyiddin hadir. Para ahli fiqih di sana lalu berkata, “Tuan, sampaikan satu pelajaran dan uraikanlah untuk kami!” Beliau menjawab, “Saya ini sebenarnya bermazhab Maliki, tetapi apakah materi yang kalian pelajari kemarin?” Mereka lalu menunjukkan salah satu bagian dari kitab al-Wasith sebuah karya fiqih monumental dari Imam Ghazali.
Kemudian Ibn ‘Arabi menyampaikan salah satu materi dari kitab tersebut dan menjelaskannya secara panjang lebar, hingga mereka berkomentar, “Kami belum pernah mendengar pembahasan sebagus ini sebelumnya.”
***
Ibn ‘Arabi menulis kitab al-Futuhat al-Makkiyah ketika di Makkah. Lalu saat beliau tiba di Irak orang-orang menanyakan kitab itu kepadanya. Ia menjawab, “Naskahnya ada di Makkah.” Mereka berkata, “Wah, kita harus mempunyainya.” Beliau pun mendiktekan kitab itu berdasarkan hapalan beliau. Saat naskah Makkah itu tiba di Irak, ternyata tidak ada perbedaan sama sekali dengan yang didiktekan.
***
Al-Manawi berkata, “Salah satu karamah beliau diceritakan oleh salah seorang muridnya, Shadruddin Qunawi. Katanya, ‘Guru kami, Syaikh Ibn ‘Arabi mampu bertemu ruh siapa saja dari golongan nabi dan para wali terdahulu yang dia kehendaki dengan tiga cara: pertama, beliau menarik ruhaninya di alam ini dan menjumpainya secara fisik dalam bentuk yang sempurna yang mirip dengan bentuk fisik terbaik yang dimilikinya waktu masih hidup di dunia; kedua, dengan cara menghadirkannya dalam mimpi; dan ketiga, dengan cara beliau melepaskan diri dari jasadnya dan menjumpai ruh yang dikehendakinya.'”
(Sumber: “Wahai Anakku”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s