Renungan 13 Agustus

Saya tidak meninggalkan apa yang langsung bisa dilihat, supaya bisa memburu apa yang memakan oleh waktu. Saya meninggalkan apa yang dimakan oleh waktu supaya bisa mengejar apa yang bisa langsung dilihat. Karena Dia Yang Diberkati pernah menyatakan bahwa kenikmatan sensual membuang waktu dan penuh dengan penderitaan, penuh dengan keputusasaan, dan bahaya di dalamnya lebih besar lagi. Sementara Dharma ini langsung bisa dilihat, di dekat kita, mengundang kita untuk datang dan melihat, bisa diterapkan untuk secara pribadi dialami mereka yang bijak. (Untaian Mutiara Kebajikan, hal.226)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s