Pesan Surga

Kemarin saya mendapat sms yang berbunyi demikian.

“Hanya ada 3 hari dalam hidup ini.

Pertama: HARI KEMARIN. Kamu tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kamu tak bisa mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat. Lepaskan saja.

Kedua: HARI ESOK. Hingga mentari esok hari terbit, kamu tak tahu apa yang akan terjadi. Kamu tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Kamu tak mungkin tahu, sedih atau ceria di esok hari. Karena esok hari belum tiba, biarkan saja.

Yang tersisa kini hanyalah: HARI INI. Pintu masa lalu telah tertutup. Pintu masa depan belum tiba. Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini. Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini. Bila kamu mampu, memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.

Hiduplah apa adanya karena yang ada hanyalah hari ini. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat. Meski mereka berlaku buruk pada kamu.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa kamu menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka tetapi karena siapakah diri kamu sendiri.

Jadi jangan biarkan masa lalu mengekangmu. Atau masa depan membuatmu bingung. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk TUHAN dan bukan untuk manusia. Serahkanlah khawatirmu kepada TUHAN maka DIA akan memelihara engkau dan tidak akan meninggalkanmu.

Have a nice day! Saya mencintaimu karena saya mencintai DIA yang telah menciptakan dan menghidupkan kita semua karena dan dengan CINTA… Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad.”

Pesan panjang ini begitu menghunjam dengan keadaan yang kualami. Sebagian saudaraku satu demi satu telah meninggal dengan menyisakan kenangan pahit dan manis bagi keluarganya. Sebagian kawanku mengakhiri pernikahannya dengan pasangannya padahal mereka sudah berumah tangga hampir puluhan tahun dengan beragam alasan: ekonomi, pasangan tak setia, kalbu tidak penuh lagi, dan seterusnya.

Sebagian mereka yang mengalami kejadian-kejadian tersebut ada yang langsung berdiri tegak, ada yang lamban. Bagiku, salah satu faktor mengapa orang tidak siap menerima kenyataan seperti perceraian-kematian disebabkan keterikatan mereka pada objek-semu yang mereka cintai. Sekiranya, mereka paham bahwa semua objek kecintaan mereka itu pada akhirnya akan diambil kembali oleh Pemilik Hakiki kehidupan, barangkali tidak akan mungkin kekecewaan itu akan berlama-lama dalam kehidupan mereka.

Seseorang pernah berkata kepadaku, “Ini semua skenario Allah. Semua sesuai keadaan.”

Aku cuma terdiam. Sisi pemikiran teologiku pun muncul: Apa ini tidak mengarah kepada pemikiran fatalis?

Salam.

2 thoughts on “Pesan Surga

  1. havid mengatakan:

    “Ini semua skenario Allah. Semua sesuai keadaan.”

    agree…. wa maa tsyaa uuna illaa ayyasyaaa Allahurobbul ‘aalamiiin. 81:29

    kita sering mendengar dan mengucapkan kalimat maa syaa Allah… artinya : segala sesuatu itu adalah (atas) kehendak Allah (semata).

    4JJ1 telah menakdrikan segala sesuatu, 50.000 tahun sebelum penciptaan.
    jadi memang semua sudah sesuai dengan keadaan (taqdir, ketentuanNya).

    Kita hidup untuk menjalani takdir, kita tidak menentukan (=menciptakan) takdir kita sendiri… karena hanya 4JJ1 yang mencipta, makhluk tidak.

    Wallaahu kholaqokum wamaa ta’maluun 37:96.

    Usaha manusia dapat merubah nasib, keadaan saat ini, bukan merubah takdir. Takdir hanya dapat berubah hanya dengan do’a, yaitu do’a yang dikabulkan. Dan itupun (terkabulnya do’a) juga tergantung pada kehendak 4JJ1. Jadi, makhluk itu benar2 bergantung kepada 4JJ1 secara totalitas. Allahushshomad. 112:2 .

  2. havid mengatakan:

    Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s