Tentang Simbol Lima-Lima

Ibn ‘Arabi berkata,

“… Ketika Rasul yang diutus kepada makhluk-Nya ada dua: lahir dan batin, maka Rasul yang lahir adalah Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa aalihi), sedangkan Rasul yang batin adalah Jibril (‘alaihissalam), yang datang kepada Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa aalihi) dengan membawa wahyu untuk disampaikan kepada kaumnya, sementara mereka tidak dapat merasakan dan tidak mengetahuinya. Demikian pula yang mengatur struktur dan bentuk manusia ini, yakni ruh (jiwa), memiliki dua utusan: lahir dan batin.

” Utusan yang batin adalah keinginan (iradah) yang sama dengan posisi Jibril (‘alaihissalam) yang memberikan wahyu (inspirasi) kepada lisan, sementara lisan akan mengungkapkan dan menerjemahkan keinginan, di mana posisi utusan lahir ini sama dengan Rasulullah Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa aalihi).

“Kemudian dalam diri Anda diciptakan sesuatu yang dapat menunjukkan kebenaran kenabian dan dan kejujuran kerasulannya. Dalam diri Anda juga diciptakan sesuatu yang dapat menunjukkan kebenaran syariat yang beliau bawa dan pengikut sunnahnya. Maka jari jemari pada setiap tangan dan kaki jumlahnya lima, demikian pula jumlah sendi-sendi syariat Islam,  dimana rukun Islam ada lima. Sehingga Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa aalihi) bersabda, ‘Islam didirikan di atas lima perkara: syahadat (kesaksian) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, pergi ke haji Baitullah Al-Haram dan puasa di bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari)

“Sementara lima yang kedua adalah shalat fardhu yang jumlahnya lima, sedangkan lima yang ketiga adalah zakatnya yang pada nisabnya juga lima, lima yang keempat adalah Rasulullah bersama para sahabat pendukungnya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Maka jumlah mereka bersama Rasulullah adalah lima. Adapun lima yang kelima adalah Ahlulbait. Mereka adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi, Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain… ”

“… Allah menciptkan lima jari-jemari tangan kanan Anda untuk mengingatkan lima orang Ahlulbait, yang Allah telah menghilangkan kotoran (dosa) dari mereka yang terungkap dalam firman-Nya: Sesungguhnya Allah hanya ingin menghilangkan kotoran (dosa) dari kalian hai Ahlul Bait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya (33:33).”

(Sumber: Ibnu ‘Arabi, Misteri Kun: Syajaratul-Kaun: Doktrin tentang Person Muhammad saw, (Surabaya: Risalah Gusti, 2001), hal.46-8)

2 thoughts on “Tentang Simbol Lima-Lima

  1. gayatri wedotami mengatakan:

    Lima.
    mengingatkan saya juga pada 5 Mandala Buddha family dan 5 dhyani Buddhas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s