Hukum Truk Sampah

Dari sms teman (mohon maaf jika pernah di media manapun):

Suatu hari saya naik sebuah taksi dan menuju ke bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut. Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut.

Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat. Saya bertanya, “Mengapa Anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil Anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah saki!” Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai apa yang kemudian sebut “Hukum Truk Sampah”. Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya dan seringkali mereka membuangnya kepada Anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja. Lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan… [sampai sini sms-nya terpotong. tapi pembaca bisa menduga arah ke mana pembicaraan supir itu, bukan?]