Berkah Materi dan Spiritual Zikir Salawat

Tuan Muhammad Azadegan termasuk salah seorang penyair di zaman kita. Ia tinggal di kota Qum. Syair-syairnya yang berkenaan dengan keluarga Nabi banyak digunakan oleh para pemuji Ahlulbait.

Sudah sejak lama ia sangat senang dengan hal-hal yang bersifat spiritual. Ia banyak menghadiri mejelis-mejelis orang besar.

Suatu hari ketika saya sedang bersamanya ia berkata, “Setiap pekerjaan yang saya jalani tidak langgeng, dan kehidupan saya tidak teratur. Saya dengar Anda hendak berangkat ke Masyhad, saya minta supaya Anda mendoakan saya secara khusus. Di samping itu, jika di sana Anda bertemu dengan Tuan Mujtahidi, tanyakan kepadanya, ‘Kesalahan saya di mana, dan apa yang harus saya lakukan supaya saya dapat terlepas dari keruwetan ini?’”

Dalam perjalanan itu, saya tinggal di Masyhad selama dua bulan. Dengan bantuan Imam Ali Ridha as, setiap hari saya dapat bertemu dengan Tuan Mujtahidi.

Pada hari terakhir, ketika saya hendak pamit, Syekh Mujtahidi berkata, “Engkau lupa untuk menyampaikan pesan teman penyairmu kepada saya!”

Saya katakan kepadanya, “Di hadapan Anda, bahkan saya pun saya sering lupa tentang diri saya.” Kemudian saya pun menyampaikan pesan Tuan Azadegan kepadanya.

Syekh Mujtahidi berkata, “Tuan, ia seorang manusia yang bersih. Setiap kali ia menemukan sebuah zikir dalam sebuah buku maka ia mengamalkannya. Sekarang ini ia tengah sibuk mendawamkan zikir lâ ilâha illallâh. Khasiat dari zikir ini ialah merampas segala bentuk kecintaan kepada sesuatu dari diri manusia. Beberapa pagi ini zikir itu tengah mengancam pekerjaannya. Jika ia meneruskan zikir ini maka segala sesuatu yang ia cintai akan terampas darinya.

“Sampaikan kepadanya, ‘Cepatlah hentikan zikir lâ ilâha illallâh. Ganti dengan zikir salawat.’ Zikir salawat banyak mengandung berkah materi dan spiritual. Zikir salawat ini tidak hanya membuat pekerjaan duniawi seseorang menjadi teratur tetapi juga perjalanan akhiratnya.”

Ketika pulang ke Qum, saya menemui Tuan Azadegan dan menyampaikan kepadanya apa yang dikatakan Tuan Mujtahidi. Mendengar itu, ia berkata, “Benar, apa yang beliau katakan. Beberapa lama ini saya sedang sibuk mendawamkan zikir lâ ilâha illallâh, namun saya tidak tahu zikir ini mempunyai khasiat demikian. Mulai dari sekarang saya akan mendawamkan zikir salawat, dan saya akan lihat apa pengaruhnya.”

Setelah lewat beberapa hari, Tuan Azadegan bekerja sebagai akuntan di sebuah tempat perbelanjaan terkenal di kota Qum, dan selama bertahun-tahun ia memegang jabatan tersebut hingga akhirnya ia pensiun.[ ]

Kesimpulan:

Sebagian zikir bersifat umum, sehingga untuk mengamalkannya tidak diperlukan izin, seperti zikir salawat. Namun, sebagian zikir bersifat khusus, dan untuk mendawamkannya seseorang harus mendapat izin. Zikir yang seperti ini tidak dapat dipilih secara langsung oleh seseorang bagi dirinya, karena masing-masing zikir ini mempunyai khasiat yang berbeda-beda.[ ]

(M. Ali Mujtahidi, Bingkisan Alam Lahut, Penerbit Al-Huda)

2 thoughts on “Berkah Materi dan Spiritual Zikir Salawat

  1. Sulaiman Yusof. mengatakan:

    Saya memohon agar bapak tolong nukilkan zikir selawat itu. Sejujurnya saya adalah pencinta ahlulbait tetapi saya kurang faham dan kurang ilmu dalam mengikuti mazhab ini. Adakah buku2 yang baik dlam Bahasa Indonesia atau Inggeris yang boleh saya beli untuk dibaca dan difahamkan. Tolong saya pak! Terima kasih

  2. cityron mengatakan:

    aslm,post yg bagus,d tgu knjgn blknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s