Fashshu Hikmatin Muhayyimiyyatin fi Kalimatin Ibrahimiyyatin

Menurut riwayat Imam Ali Ridha as, tanggal 25 Dzulqa’dah adalah hari kelahiran Nabi Ibrahim as dan Nabi Isa as juga merupakan hari dibentangkannya bumi. Pada hari itu, kita disunnahkan juga untuk berpuasa. Sebagai tanda mata untuk Nabi kita, Ibrahim as, saya kutipkan pengantar RWJ Austin untuk Fashshu Hikmatin Muhayyimiyyatin fi Kalimatin Ibrahimiyyatin yang diambil dari the Bezels of Wisdom. Selamat menikmati bagi penikmat Ibn ‘Arabi.

arabi

Catatan Pengantar

Gelar tradisional dari patriarki Ibrahim adalah al-Khalil, yang biasanya diterjemahkan “sahabat”. Namun, Ibn ‘Arabi memahami kata ini dari makna derivasi lainnya dari akar kata khalla, yang berarti penembusan atau penetrasi. Jadi, dalam konteks ini, gelar Ibrahim agaknya berarti “seseorang yang ditembusi”, yaitu oleh Allah. Karena itu, persahabatan adalah jenis yang paling dekat; sesungguhnya Ibrahim, sebagaimana ditegaskan oleh judul, lebih seperti cinta yang mempesona yang pecinta seutuhnya ditembusi oleh yang dicintai.

Ibrahim: Yang Ditembus Allah

Pengarang kita ini selanjutnya menggunakan contoh Ibrahim untuk mengilustrasikan prinsip penembusan Ilahi secara umum. Jadi, kosmos dan masing-masing konstituennya, sebagai wujud yang secara total menerima Prinsip Ilahi, sepenuhnya ditembusi oleh agen Ilahi sebagai sesuatu yang implisit dan tidak eksplisit, sehingga kompleksitas penampakan dan keragaman kosmos menyembunyikan realitas Allah yang ada di mana-mana. Akan tetapi, seperti biasa, dia menegaskan kesalingterkaitan penembusan ini, karena hanya Allah yang secara implisit, hadir dalam penciptaan kosmis, sehingga penciptaan secara implisit dan esensial hadir di dalam Allah.

Hal ini mengarahkan Syekh untuk menjelaskan bahwa istilah-istilah Allah dan alam (kosmos) saling terpisah, gagasan wujud ketuhanan yang tergantung pada gagasan tentang yang menyembah-Nya. Jadi, bukan Allah atau alam yang dikenal, kecuali dalam hubungan dengan masing-masing yang lain. Maka itu, Dia dipahami tanpa merujuk pada Allah.

”Dalam Mengenal Alam, Allah Mengenal Diri-Nya”

Melanjutkan persoalan tentang sifat laten esensial kita in divinis, Syekh menyimpulkan bahwa dalam mengenal alam, Allah mengenal Diri-Nya, dan bahwa dalam mengenal Allah, kita sebagai makhluk, mengenal diri kita sendiri secara esensial. Jadi, in aeternis, kita adalah kandungan laten dan esensial dari ilmu-Nya tentang Diri-Nya, sementara dalam ruang dan waktu, Dia adalah substansi dan realitas yang maha menembus yang kita tidak lebih daripada faset-faset yang tampak. Hal ini mendorongnya untuk menunjukkan bahwa, menurut perspektif ini, kita tidak mempunyai alasan untuk menyalahkan Allah. Karena, kenyataannya, sebagaimana wujud yang tidak ada selain apa yang dikenal oleh Diri-Nya, kita menentukan apa yang kita alami sendiri di masa lalu, sekarang, atau masa mendatang.

Allah dan Alam Saling Menembus

Selanjutnya Ibn ’Arabi memperkuat konsep saling menembus antara Allah dan alam dengan membandingkannya dengan proses ketika makanan yang dikonsumsi menjadi satu dengan konsumen melalui asimilasi dari pelbagai partikel dan substansinya dengan substansi orang yang memakannya. Jadi, ketuhanan adalah makanan eksistensi alam, sementara alam (kosmos), pada gilirannya, menjadi santapan arketipal kesadaran-Diri Ilahi. Sesungguhnya, dua syair yang di dalamnya Syekh mengakhiri bab ini, mengungkapkan pandangannya yang berani tentang mutualitas yang sangat eksplisit dari konsep-konsep yang mengejutkan dan tidak bisa diterima oleh pikiran-pikiran yang kurang luwes, sehingga menjadikan Ibn ’Arabi sangat asing di antara pemikir keagamaan semasanya.[]

(Diterjermahkan dari “The Wisdom of Rapturous Love in the Word of Abraham”, The Bezels of Wisdom, (tr.) Ralph Austin, hal.90-91)

3 thoughts on “Fashshu Hikmatin Muhayyimiyyatin fi Kalimatin Ibrahimiyyatin

  1. M. INSAN KAMIL mengatakan:

    Tidak mudah memaknai kedalaman ibnu arabi

  2. M. INSAN KAMIL mengatakan:

    Mesti dgn rasaNYA Baru mengena

  3. liyah nita mengatakan:

    irfa’ Allah alladzii uutuw al’ilma darajaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s