Hakikat Ubudiyah [2]

Hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan (QS. al-Fâtihah:5)

Ma`bud Mutlak

Allah Swt adalah kekuasaan, kebijaksanaan, kasih sayang, dan cahaya mutlak. Kita adalah hamba-Nya. Meskipun kita tidak mampu menggapai hakikat Maujud Yang Mahamutlak ini namun kita mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya. Ketidakmampuan memahami Sumber cahaya ini adalah disebabkan pada diri manusia terdapat hijab-hijab yang menghalangi.

Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. al-Baqarah: 7)

Hijab-hijab

Hijab-hijab telah menghalangi pendengaran dan penglihatan manusia untuk dapat mendengar dan melihat kebenaran, telah menghalangi pemahaman manusia untuk dapat menggapai hakikat dan merasakan kelezatannya. Hijab-hijab itu telah menyelimuti manusia, dan harus dirobek. Hijab-hijab itu adalah hijab hawa nafsu. Jika manusia menyingkirkan dan menjauhi hawa nafsunya, maka semua perbuatannya akan menjadi baik. Jika hawa nafsu telah menyingkir maka seluruh hijab yang menutupi pendengaran, penglihatan dan hati akan lenyap. Jika perhatian terhadap hal-hal materi telah tercabut dari diri manusia maka manusia akan dapat melihat Allah. Masyarakat, keluarga dan teman bukan merupakan penghalang utama. Akan tetapi, diri manusia itu sendirilah yang merupakan penghalang. Manusia harus menjadi manusia Ilahi. Kepada Allah ia menginginkan Allah. Jika manusia tidak dapat berhubungan akrab dengan Allah, minimal ia harus mencintai para kekasih-Nya, para nabi, para imam, para wali dan hamba-hamba-Nya yang saleh. Mereka adalah orang-orang yang telah dapat melihat Tuhan.

Pemerintahan Allah dan Pemerintahan Setan

Allah memiliki pemerintahan. Setan juga memiliki pemerintahan. Orang yang mengikuti hawa nafsu akan hancur. Jika manusia mengikuti setan dan hawa nafsunya, maka tatkala ia mampu, ia akan zalim dan menjadi tiran. Para pengikut setan berupaya menjadikan dunia ini api. Semua api dunia lahir berasal dari api batin manusia pengikut setan. Pengikut setan akan mengajak semua orang menuju kehancuran. Kemampuan setan dan para pengikutnya adalah sumber semua api yang membakar dan merusak dunia ini. Ilmu pengetahuan yang ada di tangan para setan dimanfaatkan bagi kerusakan dunia. Allah Swt adalah cahaya, kemurahan dan kasih sayang mutlak. Hamba-hamba Allah yang saleh, tatkala mereka mampu dan kaya, akan menjadi sumber pembangunan bagi masyarakat manusia. Ilmu, kekuatan dan kekayaan para nabi dan para pengikut mereka menjadi sarana bagi perbaikan dunia dan untuk memadamkan api. Menaati Rasulullah saw adalah menaati Allah. Manusia yang mematuhi para nabi dan para imam as akan meraih cahaya. Sesuatu yang dapat memperbaiki dunia adalah kesempurnaan akal. Kesempurnaan yang berada dalam naungan penghambaan diri kepada Allah akan melahirkan kebenaran. Jika manusia telah menjadi orang yang berakal, maka semua api akan padam. Jika api dalam diri manusia padam, maka semua api duniawi akan padam. [] (Bahauddini. Tangga-tangga Langit, Al-Huda)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s