Hakikat Ubudiyah [1]

Hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan. (QS. al-Fâtihah:5)

Penghambaan

Dunia adalah tempat penghambaan kepada Allah dan penghambaan kepada setan. Manusia yang menjadi hamba Allah, taat dan tunduk kepada Allah. Para nabi, para imam, orang-orang saleh, orang-orang yang bertakwa dan ulama, mereka adalah hamba-hamba Allah. Sedangkan para tiran, orang-orang bodoh, orang-orang rendah dan hina, para penumpah darah dan orang-orang yang tidak bertakwa, mereka adalah para pengikut dan hamba setan. Penghambaan kepada Allah dan ketaatan kepada setan, masing-masing memiliki pengaruh dan penampakan yang berbeda.

Dampak Penghambaan

Kenabian, kepemimpinan, perdamaian, kesucian, ketulusan, kemampuan mengalahkan kekuatan tabiat, kemampuan melakukan intervensi terhadap benda-benda alam dengan seizin Allah, semuanya itu adalah pengaruh penghambaan dan ketaatan kepada Allah. Orang yang terhubung dengan perangkat Allah, segala sesuatu berada dalam genggamannya dan berkuasa atasnya. Perangkat Allah adalah perangkat kekuasaan atas alam. Orang yang sudah terhubung dengan perangkat Allah menjadi penguasa atas alam ini, sehingga air, api dan angin tunduk di hadapannya. Semua itu adalah berkat penghambaan diri kepada Allah.

Setan dan para pengikutnya juga mempunyai pengaruh. Adapun pengaruh mereka ialah menyeret dunia kepada lautan api dan keburukan, menempatkan manusia ke dalam ambang kehancuran, menjadikan ilmu manusia menjadi pemicu kerusakan dan penyulut api yang membakar, karena berada dalam tawanan para pengikut setan. Ilmu pengetahuan alam juga merupakan nikmat Allah. Memanfaatkan ilmu pengetahuan alam adalah memanfaatkan ciptaan Allah. Namun, dengan nikmat Ilahi ini, dunia, mereka menyeret dunia kepada keburukan dan kehancuran.

Hari ini, Amerika adalah penjelmaan dari jiwa yang zalim dan melampaui batas. Orang yang memiliki jiwa yang melampaui batas—walaupun berada di ruang yang sempit—adalah orang yang keamerika-amerikaan. Siapa saja yang melakukan kezaliman di lingkungan rumah, lingkungan kerja, atau lingkungan lainnya, maka ia adalah orang yang keamerika-amerikaan.

Hakikat Ubudiyah

Allah Swt adalah kekuasaan, kebijaksanaan, keilmuan dan kekayaan mutlak. Dia memenuhi dunia dengan karunia-karunia-Nya. Setiap manusia memanfaatkan karunia-karunia Ilahi ini sesuai dengan kadar tingkat pemahaman dan cita-citanya. Keledai memakan jerami dan kemudian tidur. Sementara manusia harus menggapai makrifat dan cahaya Allah. Namun, sebagian mereka ada yang membangkang dan sebagian lagi patuh.. Para nabi as datang untuk meninggikan cita-cita manusia. Ali as berkuasa atas matahari. Matahari berada di bawah kendali perintahnya. Karena dia adalah hamba Allah semata. Menghidupkan yang mati, mengalirkan air, dan semua mukjizat para nabi berada dalam naungan penghambaan kepada Allah. “Penghambaan diri kepada Allah adalah permata yang intinya adalah rububiyah.

(Bahauddini. Tangga-tangga Langit. Jakarta: Al-Huda)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s