Suatu Sore

Seorang teman lama-lama tiba-tiba mengontak Amuli. Setelah saling menanyakan “apa kabar, kabar apa”, kami akhirnya janjian untuk bertemu di kantor Amuli karena kebetulan dia akan pergi ke kota J untuk sebuah keperluan.

Pada hari X, teman datang setelah zuhur menemui Amuli. Arah pembicaraan semula membincangkan masalah-masalah remeh temeh sehari-hari sampai akhirnya kami tiba di sebuah tema yang mengasyikkan yang menjadi perhatian kami selama sewindu belakangan ini. Dia berkisah bahwa dia merasa sudah lama tidak mengikuti kajian-kajian pemikiran, khususnya esoterisme. Di kota B, katanya, sudah tidak menemukan lembaga dan figur yang bisa memenuhi kebutuhannya itu.

Amuli merasa mendapat partner untuk dialog seperti itu. Ia berkata kepada temannya bahwa persoalan esoterisme, memang pada akhirnya menuntut sebuah suluk. Irfan bukanlah sebuah tema yang hanya diperbincangkan, melainkan harus dilakoni. Masalahnya, siapa yang menuntunnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s