Memohon Ampun kepada Allah

Berikut ini saya kutipkan salah satu pasase dalam buku terjemahan saya yang terbaru, KASIDAH CINTA UNTUK RAMADHAN, yang diterbitkan oleh Tahira (lini dari Madia Publisher) Agustus 2008. Pengarangnya, Jameel Kermali dan kawan-kawan, membahas persoalan puasa dan shalat. Harga Rp 49.500,-

Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan luar biasa agar dosa-dosa kita diampuni Allah. Berkah dan rahmat Allah begitu melimpah dalam bulan ini hingga siapa saja yang sungguh-sungguh bertaubat di bulan ini, menjadi bebas dari dosa-dosa pada akhir bulan suci tersebut sebagaimana ketika ia dilahirkan. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang diberikan kepada kita oleh Yang Mahakuasa, suatu kesempatan untuk membersihkan dan menyucikan diri kita dari kotoran dosa-dosa dan kejahatan. Rasulullah saw telah memberikan wejangan kepada kaum mukmin: ”Wahai manusia… punggung kalian retak karena memikul beban berat dari dosa-dosa kalian, maka rebahkanlah diri kalian bersujud di haribaan-Nya (dalam bulan Ramadhan) dengan memanjangkan sujud kalian, dan buatlah beban pikulan kalian menjadi lebih ringan.”

Merupakan suatu bukti kecintaan Yang Mahakuasa bahwa setiap tahun Dia memberikan kita kesempatan untuk membersihkan catatan kita dan membuat awal yang segar. Berbeda dengan orang-orang yang mengira bahwa Allah itu keras dan tegas, bahwa Dia akan menghukum kita segera setelah kita melakukan kesalahan, Allah memberikan kita beberapa kesempatan untuk menghapuskan kesalahan yang kita telah lakukan terhadap-Nya. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan terbaik untuk melakukan semua ini. Segala doa untuk bulan ini mengajarkan kita untuk memohon ampunan dan pembebasan dari hukuman. Orang yang membaca doa-doa ini dengan tulus, dan sungguh-sungguh bertaubat, pasti mendapat ampunan Allah.

Al-Quran Suci berbicara tentang memohon ampun:

1. Dan bersegeralah kalian memohon ampun kepada Tuhan kalian, dan surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali ‘Imran [3]: 132)

2. Dan barangsiapa yang melakukan kejahatan dan menzalimi dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, ia akan menemukan bahwa Allah itu Maha Pengampun Maha Penyayang. (QS an-Nisa [4]: 110)

3. Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.” (QS al-Maidah [5]: 74)

Hadis-hadis berikut ini berbicara dengan indah dan bagus sekali tentang istighfar (memohon ampun):

1. Rasulullah saw bersabda, “Beruntung orang yang menemukan dalam catatan amalannya banyak permohonan ampun (istighfar).”

2. Imam Ridha as berkata, “Perumpamaan istighfar ibarat daun-daun di atas sebatang pohon. Apabila pohon itu digoyang, maka daun-daunnya berguguran.”

3. Imam Ali as berkata, “Harumkanlah diri kalian dengan istighfar maka bau busuk dosa-dosa kalian tidak mengganggu kalian.”

4. Rasulullah saw bersabda, “Perbanyaklah memohon ampun karena Allah tidak mengajarkan kalian bagaimana memohon ampun kecuali karena Dia ingin mengampuni kalian.”

Keharusan Istighfar dalam Kehidupan seorang Mukmin

Ketika Allah menciptakan manusia, Dia memberikan manusia kemampuan memilih untuk berbuat kebaikan dan kejahatan. Manusia bebas memilih perbuatan-perbuatannya. Manusia dapat memutuskan untuk melakukan perbuatan baik, dan tetap berada di atas jalan yang benar. Atau manusia dapat memutuskan untuk melakukan perbuatan jahat dan menentang Tuhannya. Manusia memiliki dua sisi: kecerdasan dan kesadaran yang menuntunnya menuju kebaikan, dan jiwa keburukan yang mengajaknya untuk melakukan kesalahan. Kedudukan seorang manusia di sisi Allah tergantung pada jenis perbuatan-perbuatan yang ia pilih untuk dilakukan. Catatan amalan yang ia lakukan di dunia ini akan menentukan akhir kehidupannya, apakah ia akan berada di surga dengan memperoleh keridhaan dari Allah, ataukah di neraka dengan memperoleh kemurkaan dan ketidakridhaan dari Allah.

Apa yang terjadi ketika seorang manusia adakalanya memilih berbuat salah, tunduk kepada jiwa jahatnya dan mengabaikan suara hati nuraninya? Apakah ia dihukum selamanya memikul beban dosa itu? Karena mengetahui bahwa umat manusia rentan untuk tergelincir melakukan kesalahan, Allah dalam rahmat dan hikmah-Nya yang sangat luas, telah membuka pintu istighfar bagi para hamba-Nya, pintu memohon ampun setelah melakukan suatu dosa. Jadi siapa pun yang melakukan suatu dosa, tapi kemudian bertaubat dan berharap ia tidak melakukannya, dan mengetahui bahwa ia tidak akan melakukannya lagi—paling tidak akan berusaha untuk tidak melakukannya lagi—dapat memasuki pintu itu, dan dosa-dosanya pun terhapuskan dari catatan amalannya.

Istighfar adalah senjata kaum mukmin melawan setan yang berusaha untuk menggiring mereka menuju neraka dengan mengajak mereka untuk melakukan dosa. Menurut sebuah hadis dari Rasulullah saw, Iblis menyatakan kepada Allah bahwa ia akan terus menerus berusaha menyesatkan umat manusia selama mereka hidup. Allah menjawab bahwa Dia akan terus menerus mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan-Nya.

Waktu terbaik untuk memohon ampun adalah pada beberapa jam sebelum fajar. Waktu tersebut adalah waktu yang sangat khusus, ketika segala doa diterima. Al-Quran melukiskan orang-orang beriman sebagai orang-orang yang memohon ampun pada waktu fajar.

Bulan suci Ramadhan merupakan waktu ketika amnesti umum diberikan kepada para pendosa. Allah mengundang para pendosa untuk datang dan memohon ampunan-Nya. Inilah kesempatan yang tidak harus dilewatkan begitu saja, karena tidak ada seorang pun yang tahu apakah ia akan masih hidup untuk tahun depan. Ketika seorang penjahat diberitahu bahwa pemerintah memberikan pengampunan bagi orang-orang yang memintanya, untuk merayakan peristiwa bahagia seperti itu, ia akan segera memanfaatkan kesempatan untuk menghindari hukuman. Ia dapat menyelamatkan dirinya dalam penjara, yang banyak bencana dan siksaan, dengan memohon pengampunan. Itu merupakan kesempatan emas yang tidak ada orang yang berpikiran sehat yang akan menyia-nyiakannya. Sama halnya dengan seorang pendosa yang telah menentang Tuhannya. Ia adalah seorang penjahat, dan ketika Allah menawarkan pengampunan khusus, si pendosa memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia ingin menghapuskan dosa-dosanya dan membebaskan dirinya dari beban kemaksiatan.

Syarat-syarat Istighfar

Penting diperhatikan bahwa memohon ampun, dan kemudian terus melakukan dosa yang sama, adalah juga suatu dosa. Adalah salah untuk mengejek dan menipu diri sendiri dengan mengira bahwa seseorang dapat memohon ampun tanpa memiliki niat yang kuat untuk menghentikan dosa-dosa. Istighfar jenis itu merupakan sebuah pelecehan, dan tidak akan memperoleh keridhaan dari Allah. Hadis-hadis berikut dengan gamblang melukiskan kejahatan-kejahatan dari jenis sikap seperti itu:

1. Imam Ali as berkata, “Memohon ampun tapi terus berbuat dosa adalah sebuah dosa baru.”

2. Imam Ali Ridha as berkata, “Orang yang memohon ampun bagi suatu dosa, dan kembali melakukannya, ia telah melecehkan Tuhannya.”

3. Rasulullah saw bersabda, “Cara terbaik memohon ampun adalah melalui taubat dan menghindari dosa-dosa.”

Suatu waktu Imam Ali as mendengar seseorang mengucapkan: Astaghfirullah. Imam berkata kepadanya, “Tahukah engkau apa itu istighfar? Istighfar itu dimaksudkan bagi orang-orang yang memiliki posisi-posisi tinggi. Istighfar adalah suatu kata yang mengandung enam makna:

1. Bertaubat atas dosa-dosa lalu.

2. Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

3. Mengembalikan hak-hak manusia sehingga engkau kelak bertemu Allah dalam kondisi benar-benar bersih tanpa ada yang dipertanggungjawabkan.

4. Memenuhi setiap kewajiban yang engkau lalaikan (di masa lalu) sehingga engkau kini dapat terbebas karena telah memenuhinya.

5. Mengarahkan perhatian kepada daging yang tumbuh sebagai akibat dari penghasilan haram, agar daging haram itu dapat meleleh melalui kesedihan (pertaubatan) hingga kulit menyatu dengan tulang dan suatu daging baru tumbuh di antara keduanya.

6. Membuat tubuh merasakan pedihnya ketaatan sebagaimana sebelumnya telah membuatnya merasakan manisnya berbuat kemaksiatan.

Pada saat-saat seperti itulah engkau boleh mengucapkan ‘Astaghfirullah’.

Latihan-latihan

1. Biarkan para pelajar membiasakan diri mereka dengan kata-kata Arab: al-Ghaffar, al-Ghafur, Istighfar. Tulislah bahasa Arabnya dan padanan katanya dalam bahasa Inggris [Indonesia]. Anak-anak yang lebih senior dapat menulis dan menghapal beberapa ayat dan hadis yang relevan tentang istighfar.

2. Pilihlah suatu hadis untuk dikerjakan. Hadis itu dapat diperlihatkan dengan ilustrasi di atas sebuah papan, tertulis dalam kaligrafi, gunakan huruf-huruf guntingan, bulu kempa dan sebagainya untuk membuat suatu hadis dekoratif.

3. Tulislah sebuah esai tentang salah satu topik berikut:

    1. Reaksi setan ketika menemukan bahwa istighfar dibolehkan dan dianjurkan bagi orang-orang beriman.
    2. Perbedaan di antara catatan amalan kita yang ada istighfarnya dan yang tanpa istighfar.
    3. Cerita tentang penyesalan seseorang pada hari kiamat ketika ia melihat catatan amalannya kosong dari istighfar sedangkan catatan-catatan amalan orang-orang lain bersinar terang disebabkan istighfar.
    4. Betapa memohon ampun kepada Allah selalu membantu kita terjauhkan dari dosa-dosa dan lebih dekat dengan Yang Mahakuasa.

Kasidah Cinta untuk Ramadhan

Penerbit: Madia Publisher

Penulis : Jameel Kermali

Tebal : 242 hal.+xx hal.

Terbit : Agustus 2008

Harga: Rp 49.500,-

Untuk pemesanan, kontak ke no: 0813 1861 4225 (Arif)

2 thoughts on “Memohon Ampun kepada Allah

  1. anjar mengatakan:

    thx bgt wat tulisannya..
    Dah nmbah pngetahuan w lbh bnyk lg…
    Smuga ilmu yg w dpt bsa brmanfaat..thx

  2. jaka saepuloh mengatakan:

    bermanfaat buat seluruh hamba alloh yang bertaqwa ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s