Setelah Rumah, Apalagi?

8 JUNI kemarin adalah hari terakhir renovasi rumah mungil kami setelah berjalan dari tanggal 24 Mei silam. Setelah halaman belakang kami perluas, dengan menambah satu kamar tidur buat dua putra kami, ruang tengah, dan dapur pada Mei tahun silam, renovasi jilid kedua bergerak ke arah depan. Persisnya, depan kamar kami hingga pembuatan pagar tembok. Baca lebih lanjut

Cigugur dan Refleksi Sebuah Toleransi Beragama

Berikut ini oleh-oleh  kakak saya , Aripin Ali, yang tengah melakukan perjalanan ke daerah Cigugur, Kuningan. Menurut saya, ini sebuah wujud dari keragaman beriman dan beragama yang bagaimanapun harus dihormati di Tanah Air kita ini, Indonesia. yang sekarang ini tengah mengalami penguatan kekerasan dalam beragama.

Aku lagi di Cigugur, Kuningan. Di rumah mertua teman Katolikku, di mana kutemukan adat Sunda; bahasa Sunda yang terucap dalam balutan kultur Sunda. Beberapa langkah ke bawah, di dapur tantenya, ada sekitar 20 jenis makanan tradisional yang mengingatkanku pada penganan lebaran di waktu kecil.

Rumah tante temanku yang juga Katolik itu bersebelahan dengan masjid yang juga dekat rumah pusat kepercayaan Agama Djawa Sunda. Kunikmati pikiran selintas bahwa perbedaan agama tidak mempengaruhi budaya. Bahkan pada persamaan budaya (yang telah membuat masyarakat turun-temurun dalam damai) inilah, agama-agama membuktikan ketinggian pencapaian spiritualitas. (9-6-2008; 19:10:12) Baca lebih lanjut