Aktivitas-aktivitas Jiwa Menurut Ibn ‘Arabi dan Mulla Shadra

Sayyid Husain Waizi

 

KETERPAUTAN jiwa pada tubuh, menyangkut eksistensi dan individuasinya (tasyakhhus), merupakan keterikatan sementara dan bukan urutan subsisten. Pada tahapan perwujudan awalnya, dan sekaitan dengan asal-usul temporal, jiwa tergantung pada materi, dalam urutan selanjutnya, melampaui semua ketergantungan tersebut.

Semula, jiwa menyerupai fakultas-fakultas lain yang merupakan watak materi, dan tergantung kepadanya —suatu bentuk materi yang samar dan tak dapat dispesifikasi, yakni tubuh itu sendiri. Kendatipun tubuh ini mengalami perubahan dan transformasi sepanjang masa hidupnya, jiwa senantiasa terikat pada tubuh yang tidak menentu dan samar ini. Yakni, sekaitan dengan jiwa, manusia mempunyai kepribadian tunggal, yang berlawanan dengan tubuh dari jiwa, yang tidak identik, dalam suatu perubahan dan transformasi konstan. Baca lebih lanjut