Surat Sahabat

surat.jpgMalam Jumat, 8 Muharram 1429 H.

Ini kutulis untukku dan teman-temanku, yang biasa Kumailan bersama…..

Satu kalimat dari ucapanmu menggelisahkanku.

Meskipun bisa saja kau hanya sekadar bermain kata-kata. Tapi kali ini, kecenderunganku menganggap sebaliknya; itu bukan tanpa makna. Meski kita sama-sama tahu-lah siapa diri kita. Tentu memang, bukan hakikat kita masing-masing. Toh kita bukan ahli batin. Kita merasa tahu sebagai teman, hanya berdasar prasangka baik, bukan!….

Duh…. sebenarnya berat rasanya mengomentari ucapan itu. Aku takut, karena sering kata-kata mendahului perbuatan. Aku takut melihat kilatan pecut akan menyambarku dengan hardikan kalimat, “mengapa engkau mengatakan sesuatu yang tidak kau lakukan?” Baca lebih lanjut