Resolusi 1430

Desember 31, 2008 at 6:53 am (ceritaku)

Sepanjang tahun 1430, aku ingin menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tertunda, di antaranya:

1. Menyelesaikan tesis (masih jauh, baru Bab IV. Kabarnya, Paramadina akan menyelenggarakan wisuda bulan Maret. Artinya, aku harus rampungkan tesis sebelum bulan itu)

2. Merampungkan beberapa rancangan buku seperti Rahasia Tasbih az-Zahra (kerja sama dengan teman), Metode Suluk (kerja sama dengan teman), Tema-tema Inti Nahj al-Balaghah (kerja sama dengan teman), dan 40 Perbincangan Ruhani bersama Muhyiddin Ibn ‘Arabi dan Para Muridnya (proyek pribadi).

3. Menyelesaikan terjemahan Syarah Ziarah Jami’ah al-Kabirah yang niatnya akan kuhadiahkan kepada kedua orangtuaku, Jalaluddin Rumi, dan Imam Hasan Askari [menurut sebagian versi]–kedua orang ini sama-sama diriwayatkan lahir pada 6 Rabiul Awal, yang merupakan tanggal kelahiranku. Di samping itu, Imam Hasan Askari adalah pemilik hari Kamis [hari kelahiranku], menurut riwayat Imam Ali Hadi as. Artinya, terjemahan ini harus selesai menjelang HUT-ku (!) dan akan kuhadiahkan kepada orang-orang dekatku. Syukur-syukur ini bisa dicetak oleh penerbit.

4. Menyekolahkan istriku ke salah satu perguruan tinggi terbuka.

Ini 4 agenda utama yang ingin kuselesaikan pada tahun 1430 H. Semoga Allah memperkenankan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Dialog dengan Mr Bruce: Beriman tanpa Nalar

Desember 30, 2008 at 2:30 am (ceritaku)

Seorang teman di Bandung mengajak saya untuk berdialog dengan Mr Bruce. Kabarnya, ia seorang konsultan pendidikan untuk sekolah bertaraf internasional. Tentu saja, bukan dalam rangka masalah pendidikan kami datang ke rumahnya. Datangnya saya ke sana karena kata teman saya ia seorang yang terbuka dalam persoalan agama. Bruce sering sowan ke tetangga-tetangganya. Barangkali karena teman saya ini cukup terbuka dalam dialog lintas iman dibandingkan dengan tetangga-tetangganya, Bruce sering berkunjung ke teman saya itu.

Akhirnya, berbarengan dengan datangnya musim liburan sekolah anak-anak, saya dan teman datang ke rumahnya. Semula saya memperkenalkan profesi (!) saya dan penjelajahan bacaan saya menyangkut agama perennial, Frithjof Schuon, Huston Smith, Annemarie Schimmel. Maksudnya, dengan mengawali pembicaraan tersebut, saya mendeklarasikan secara tidak langsung bahwa saya cukup mampu untuk berdialog lintas iman. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hari Ibu

Desember 23, 2008 at 6:50 am (ceritaku)

Ribut-ribut soal Hari Ibu, aku merasa engkau melupakan sesuatu. Benar, sesuatu itu adalah sosok Dewi Sarika, seorang pejuang hak-hak keperempuanan dari Bandung. Hari lahirnya, yang jatuh pada 22 Desember, dijadikan sebagai Hari Ibu. Namun agaknya pemaknaan tentang Hari Ibu lari ke mana-mana. Di sini aku ingin bicara tentang dua hal, yakni fenomena Hari Ibu kontemporer dan sosok Ibu itu sendiri. Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

Tentang Dia (2)

Desember 18, 2008 at 11:23 am (ceritaku)

Dulu aku pernah cerita bahwa di masa kecil dan remajanya, ia sering mendapatkan perlakuan tidak adil. Yang terakhir, keluhnya, Mamah hanya menyekolahkan Kakak dan Adiknya untuk kuliah, sementara ia sendiri tidak dikuliahkan. Ia berpikir, barangkali semua itu sebagai akibat dari usahanya untuk berjilbab. Pada akhirnya, ia disekolahkan oleh salah seorang temannya, yang akhirnya jadi suaminya, di Pendidikan Guru TK. Ia sangat bersyukur atas kebaikan suaminya itu karena setidaknya ia punya bekal untuk masa depan. Selebihnya, ia bisa mencari suasana lain setelah di rumahnya ia sering merasa diperlakukan diskriminatif.

Aku menduga, semua itu mempengaruhi sikapnya sekarang. Karena begitu sakitnya diperlakukan tidak adil, akhirnya ia harus melakukan banyak kebaikan–atau dalam bahasa dia, ‘berkhidmat’–kepada setiap manusia. Kadang aku  menegurnya dengan kebaikannya yang seperti itu karena orang bisa salah tafsir. Lagi pula, bukankah sendiri ia punya kebutuhan pribadi.

Dia hanya tersenyum. Hanya tersenyum. Sudah dua tahun terakhir, dalam peringatan hari besar salah seorang maksum, ia selalu berusaha menyemarakkan suasana dengan membagi-bagikan kue-kue ringan, balon-balon, yang agaknya hasil dari uang yang dikumpulkannya. Karena aku sudah cukup tahu wataknya yang keras, kudiamkan saja.

Aku hanya bisa mendoakan, semoga kebaikannya selalu membawa anugerah pengampunan dari-Nya dan tidak mengundang prasangka pada orang.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Obat Kuat [Senggama] Itu

Desember 12, 2008 at 2:45 am (ceritaku)

Suatu hari seorang teman mempromosikan sesuatu yang biasanya akrab dengan dunia lelaki: obat kuat. Teman itu menyebutnya ‘Hajar Jahannam’. Lebih kurang berarti ‘batu neraka’. Dengan mendengar promosinya itu, bahwa obat itu adalah sejenis batu halus yang apabila dioleskan ke kepala zakar (maaf) maka si laki bisa main 1,5 jam apabila ‘main’ dengan pasangannya (saya sudah membuktikannya, kata si teman), maka wajarlah jika obat itu digelari ‘batu neraka’. Yakni, ‘neraka’ bagi si perempuan dan ’surga’ bagi laki (batin saya). “Harganya,” kata si teman, “Rp 250.000,-” Baca entri selengkapnya »

Permalink & Komentar