Anak UI Dibunuh karena Ngiler Akan Mobilnya
Misteri pembunuhan mahasiswi UI yang mayatnya dibuang ke selokan terkuak. Korban ternyata dihabisi dan dirampok oleh dua cowok mantan pacarnya yang dikenalnya lewat chatting.
Anita Rachmat,19, dibunuh oleh Yohanes Martinus alias Dado,21, Mulyadi Dwi Asmoro alias Acong,24, dan teman mereka Maulana alias Item,25, yang ingin menguasai harta korban. Pembunuhan ini sudah direncanakan secara matang.
Ini adalah kutipan berita di salah satu suratkabar tertua di Jakarta. Membaca berita ini, Heru Cokro teringat akan pelajaran kitab syarah al-Hikam yang sekarang sedang dipelajarinya.
Dalam pelajaran yang dikupas kemarin oleh ustadnya, Ibn Athaillah–penyusun al-Hikam, pembela wahdatul wujud-nya Ibn ‘Arabi, mitra diskusi Ibn Taimiyah–menguraikan bahwa munculnya kelalaian (ghaflah), maksiat, dan syahwat berakar dari pemanjaan manusia terhadap hawa nafsu. Membaca kembali pelajaran tersebut, Heru berusaha merenunginya dan menghubungkannya dengan peristiwa kriminal yang dikutip di atas.
Motif pembunuhan terhadap Anita Rachmat, menurut pengakuan pelaku, adalah keinginannya untuk memiliki kekayaan (baca: mobil) yang dimiliki korban.
“Ya, memang, sangat benar kalau Ibn Athaillah berkata demikian. Karena dalam peristiwa pembunuhan itu, si pelaku memanjakan keinginannya, yakni menuruti apa kata nafsunya, untuk memiliki kekayaan si korban. Dengan mengikuti kata nafsunya, tiga kejahatan menjelma,” batin Heru.
hey berkata,
Maret 12, 2008 pada 7:32 am
naudzubillah min dzallik. Ya Allah. Lindungilah kami dari belenggu nafsu yang menyesatkan….. Amin
gus hendra berkata,
Maret 12, 2008 pada 9:10 am
Yang dibunuh wanita tapi yang dibunuh terus-terusan adalah pembunuh itu.
Wanita itu – telah memilih takdirnya untuk berkenalan dengan sang brengsek- yang tidak diketahui kebrengsekannya. wanita itu dizalimi namun ia diposisikan dalam sebuah peran yang menantang. Ia wanita polos dan baik, semoga tuhan memberi balasan yang sangat menyenangkan untuknya,sebab ia menyerahkan tubuhnya untuk kematian.
orangkecil berkata,
April 2, 2008 pada 3:02 pm
Subhanallah…