Beban Blogger
“Aku menulis maka aku ada.”
Awalnya menulis di blog itu asyik juga, karena di sana bisa kutuangkan seluruh risalah diriku dari A-Z. Ya, semacam diary elektronik-lah, sebuah usaha melestarikan tradisi berpikir dan mengingat.
Sepanjang amatanku, aku melihat bahwa sedikitnya ada tiga jenis blog: blog serius, yang isinya menampilkan “kegagahan” si penulis dalam menulis suatu karyanya, baik yang orisinal maupun karya orang; blog santai, yang isinya hanya info remeh-temeh meski ada juga yang merupakan refleksi seseorang atas suatu kejadian; terakhir, blog yang memadukan kedua-duanya, yakni serius juga santai.
Blog bisa menjadi beban bagi blogger jika ia berambisi menaikkan rating, misalnya, atau ia mengisi bukan karena panggilan jiwanya untuk menumpahkan sesuatu dalam pikirannya. Jika dua ini terjadi, maka percayalah, punya blog itu jadi beban. Mendingan tutup sajalah![]
bumgembul berkata,
Agustus 21, 2007 pada 1:17 am
salam….
sekedar informasi, saya telah membuat blog media anak muslim degan alamat http://bumgembul.blogspot.com mohon masukan dan komentarnya. Dan utamanya bisa mempromosikan kepada saudara, keluarga, teman, dan kenalan antum.
Semoga bermanfaat bagi putra/i kita dalam persiapan membangun umat di masa depan.
terimakasih.